Sistem Minimum Mikrokontroler

Sistem Minimum Mikrokontroler adalah sebuah rangkaian paling sederhana dari sebuah mikrokontroler agar IC mikrokontroler tersebut bisa beroperasi dan diprogram. Dalam aplikasinya sistem minimum sering dihubungkan dengan rangkaian lain untuk tujuan tertentu. Ada beberapa yang harus diperhatikan dalam membuat sistem minimum mikrokontroler, yaitu:

Power Supply

Semua komponen elektronika membutuhkan power supply atau sering juga disebut catu daya.  Mikrokontroler beroprasi pada tegangan 5 volt. Biasanya pembuatan catu daya mikrokontroler menggunakan IC regulator 7805 agar tegangannya bisa stabil.

Regulator 7805Gambar: Regulator 7805

Osilator (Pembangkit Frekuensi)

Pada dasarnya mikrokontroler memiliki sifat seperti manusia. Kalau manusia memiliki jantung untuk bisa hidup maka mikrokontroler memiliki osilator untuk bisa beroprasi. Mikrokontroler sendiri sudah memiliki osilator internal yaitu sebesar 8Mhz tetapi kadang kala agar kinerja mikronkontroler lebih cepat osilator internal tidak bisa menangani kasus tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan osilator eksternal (kristal) yang nilainya lebih dari 8Mhz. Perlu diperhatikan mikrokontroler hanya bisa beroprasi sampai 16 Mhz. jadi kalau memilih krsital untuk AVR tidak boleh lebih dari 16Mhz.

Kristal 16MHzGambar: Kristal 16 MHz

ISP (In-System Programmable)

Sistem Minimum Mikrokontroler dibuat untuk di program. Prinsipnya mikrokontroler bisa diprogram secara parallel atau secara seri. Pemrograman mikrokontroler secara seri atau lebih dikenal dengan ISP tidak perlu memerlukan banyak jalur data. Tapi ISP memiliki kelemahan, jika salah setting fuse bit yang memiliki fungsi fital misal pin reset di disable maka alamat DEH sudah tidak bisa digunakan lagi. Untuk mengembalikan settingan fuse bit tadi, harus menggunakan pemrograman tipe parallel (high voltage programming).

ISPGambar: Settingan Port ISP

Rangkaian Reset

Rangkaian reset sama fungsinya dengan rangkaian reset pada komputer. Fungsi reset di mikrokontroler yaitu untuk merestart program, sehingga kembali ke program awal. Penggunaan reset pada mikrokontroler opsional, bisa di pake atau nggak tergantung si pengguna.

Berikut Gambar Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler

Sistem Minimum MikrokontrolerGambar: Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler

Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AT89S1051

Sistem Minimum Mikrokontroler AT89S1051(Rangkaian Sistem Minimum ini dapat pula digunakan untuk Mikrokontroler AT89S2051, dan AT89S4051)

Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AT89S51

Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AT89S51(Sistem Minimum ini dapat pula digunakan untuk Mikrokontroler AT89S52, AT89S53, AT89S54, dan AT89S55)

Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATmega8(L)

Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATMEGA8(L)Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATMEGA8515(L)

Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATMEGA8515(L)Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATMEGA8535(L)

Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATMEGA8535(L)(Sistem Minimum ini dapat pula digunakan untuk Mikrokontroler ATMEGA16(L), ATMEGA32(L), ATMEGA163(L), dan ATMEGA323(L)

Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATtiny2313(V)

Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATtiny2313(V)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here