Sekilas tentang LCD dan Keypad

LCD

Liquid Crystal Display adalah salah satu bentuk keluaran yang paling jelas dan mudah dimengerti. Pada LCD sederhana, setiap titiknya hanya dapat menampilkan 2 jenis intensitas saja, gelap atau terang, sedangkan LCD yang lebih canggih dapat menampilkan gradasi dari terang ke gelap bahkan berbagai warna. LCD yang sering Anda lihat ada pada layar kalkulator, layar televisi, bahkan layar handphone Anda.

Pada umumnya, di pasaran terdapat dua jenis LCD, yaitu grafik dan teks. LCD grafik terdiri dari sekumpulan titik-titik yang dapat diatur secara terpisah intensitasnya sehingga dapat menampilkan berbagai gambar. Pengendalian LCD jenis ini membutuhkan mikrokontroler yang lebih canggih karena tiap-tiap titik harus diatur sendiri-sendiri. Jenis berikutnya adalah LCD teks. Sesuai dengan namanya, LCD ini dikhususkan untuk menampilkan teks tanpa harus mengatur masing-masing titik. Jenis LCD ini biasanya memiliki prosesor terintegerasi di dalamnya sehingga memudahkan pengaturan karakter yang akan ditampilkan, cukup dengan mengirimkan kode ASCII karakter yang bersangkutan. LCD teks yang terdapat di pasaran umumnya memiliki 1-2 baris, dengan masing-masing baris terdiri dari 8, 16, atau 20 karakter.

Keypad

Implementasi dari keypad dapat Anda jumpai pada tombol kalkulator dan alat elektronik semacamnya. Keypad Matriks adalah tombol-tombol yang disusun secara maktriks (baris x kolom) sehingga dapat mengurangi penggunaan pin input. Sebagai contoh, Keypad Matriks 4×4 cukup menggunakan 8 pin untuk 16 tombol. Hal tersebut dimungkinkan karena rangkaian tombol yang disusun secara horizontal membentuk baris dan secara vertikal membentuk kolom.

matriks4x4

Namun demikian, sebagai konsekuensi dari penggunaan bersama satu jalur (semisal baris satu (B1)), maka tidak dimungkinkan pengecekan dua tombol sekaligus dalam satu slot waktu. Proses pengecekan dari tombol yang dirangkai secara maktriks adalah dengan teknik scanning, yaitu proses pengecekan yang dilakukan dengan cara memberikan umpan-data pada satu bagian dan mengecek feedback (umpan-baliknya) pada bagian yang lain. Dalam hal ini, pemberian umpan-data dilakukan pada bagian baris danpengecekan umpan-balik pada bagian kolom. Pada saat pemberian umpan-data pada satu baris, maka baris yang lain harus dalam kondisi inversinya (kondisi sebaliknya). Tombol yang ditekan dapat diketahui dengan melihat asal data dan di kolom mana data tersebut terdeteksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here