SSD

Sebelumnya kita telah membahas apa itu pengertian Solid State Drive (SSD). Lalu apakah perbedaanya dengan Harddisk (HDD)? Keduanya mempunyai fungsi yang sama. Keduanya mem-boot sistem, dan menyimpan aplikasi dan file pribadi. Tapi setiap jenis penyimpanan memiliki fitur unik dan kelebihan tersendiri. Berikut perbedaan antara Solid State Drive dan Harddisk.

1. Harga

Harga SSD lebih mahal dibandingkan hardisk. Karena hard drive menggunakan teknologi yang lebih tua dan lebih mapan, mereka akan tetap lebih murah dalam waktu dekat. Untuk mendapatkannya, anda harus rela mengeluarkan lebih banyak uang.

2. Kapasitas Maksimum dan Umum

Kapasitas SSD terbilang kecil dibandingkan harddisk. ┬áPaling tinggi di posisi 4TB, namun produk tersebut masih tetap langka dan mahal. Kebanyakan anda lebih cenderung menemukan kapasitas SSD dengan ukuran 28GB, 256GB, 512GB hingga 1TB saja sebagai drive utama dalam sistem. Sementara 500GB dianggap sebagai hard drive “dasar” pada tahun 2017, masalah harga dapat mendorongnya hingga 128GB untuk sistem berbasis SSD dengan harga lebih rendah. Tetapi bagi pengguna multimedia akan membutuhkan lebih banyak kapasitas lagi, dengan drive 1TB sampai 4TB yang umum digunakan pada sistem high-end. Pada dasarnya, semakin banyak kapasitas penyimpanan, semakin banyak barang yang bisa disimpan di PC.

3. Kecepatan

PC yang dilengkapi SSD akan booting dalam waktu kurang dari satu menit, dan seringkali hanya dalam hitungan detik. Hard drive memerlukan waktu untuk mempercepat spesifikasi operasi, dan akan terus menjadi lebih lambat dari SSD selama penggunaan normal. PC pun dapat menjalankan aplikasi lebih cepat, dan mentransfer file lebih cepat.

4. Fragmentasi

Karena permukaan perekaman putar mereka berbeda, hard drive bekerja paling baik dengan file yang lebih besar yang diletakkan di blok bersebelahan. Dengan begitu, kepala penggerak bisa memulai dan mengakhiri pembacaannya dalam satu gerakan kontinu. Ketika hard drive mulai terisi, file besar bisa tersebar di sekitar piring disk, menyebabkan drive mengalami apa yang disebut fragmentasi. Sementara algoritma baca / tulis telah membaik sampai-sampai efeknya diminimalkan, hard drive masih bisa terfragmentasi. SSD tidak bisa, bagaimanapun, karena kurangnya membaca fisik berarti data bisa disimpan dimana saja.

5. Daya Tahan

SSD tidak memiliki bagian yang bergerak, jadi lebih menjaga data tetap aman jika anda menjatuhkan tas laptop atau sistem anda terguncang akibat gempa saat beroperasi. Kebanyakan hard drive memliki piringan yang bergerak, seperti saat mengcopy data akan terdengar suara bunyi dari harddisk. Yang memungkinkan Harddisk akan terganggu bahkan rusak jika terjadi benturan keras.

Mungkin kalian sudah lebih tau mana yang cocok sebagai media penyimpanan. Harddisk dengan kapasitas lebih besar dan murah. Atau SSD dengan kecepatan yang luar biasa dan harga yang mahal. Semua berdasarkan kebutuhan masing-masing.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here